KELAHIRAN MUHAMMAD SAW BESERTA RISALAH YANG DIBAWANYA
|
S
|
ejarah
bangsa Arab sebelum datangnya Islam tidak dapat diketahui dengan tepat. Hal
ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, mereka tidak memiliki kesatuan politik,
dikarenakan sebagian besar penduduknya merupakan kelompok-kelompok yang suka
berpindah-pindah tempat (nomaden). Hal seperti ini menjadikan kehidupan mereka
penuh dengan kekerasan dan pertentangan yang memperebutkan daerah-daerah subur
yang jumlahnya sangat terbatas untuk menggembalakan ternak mereka. Kedua, budaya
tulis-menulis belum mereka kenal, sehingga kebanyakan masih buta aksara. Hal
ini mengakibatkan tidak adanya penulisan sejarah pada masa itu, budaya dan
tradisi mereka hanya dikisahkan secara lisan.
Negeri
Arab terletak di sebelah barat-daya Asia dan rnerupakan sernenanjung yang
dikelilingi oleh Laut Merah, samudera Hindia, dan teluk Persi. Negeri itu dapat
juga disebut dengan kepulauan Arabia (Jazirah Arab). Jazirah ini sebagian besar
terdiri dari padang pasir, walaupun di daerah itu terdapat juga air dan tumbuh-tumbuhan.
Sebagian besar wilayahnya terdiri dari daerah pegunungan dan bukit pasir
dengan lembah-lembah yang rendah darn dataran tinggi. Dikarenakan
keanekaragaman keadaan alam sepert i oleh para ahli geografi pada masa dulu
telah dicatat, dare kr gnu an membagi Jazirab Arab menjadi tiga bagian:
1. Arab Petrix (atau menurut Ptolemy disebut
Petraca), yaitu daerah yang terletak di sebelah barat daya gurun Syria, dengan
Petra sebagai ibukotanya.
2. Arab Deserta, sebuab nama yang diberikan kepada
gurun Syria itu sendiri kemudian dipergunakan untuk menyebut seluruh Jazirah
Arab dikarenakan karena ketidak suburan daerah itu.
3. Arab Felix, yaitu daerah Yaman. Disebut juga
daerah hijau (Green Land) atau juga daerah ya0ng berbahagia (Happy Land), satu
daerah yang dikenal dengan nama Saba' dan Ma'in yang mempunyai peradaban yang
telah maju berkernbang.
Dalam
literatur lain, seperti yang dikutip Badri Yalim dari Fajr Al-Islamnya, Ahmad
Amin disebutkan bahwa dalam membicarakan wilayah geografis yang didiami bangsa
Arab sebelum Islam, orang membatasi pembicaraan hanya pada Jazirah Arab,
padahal bangsa Arab juga mendiami daerah-daerah di sekitar Jazirah. Jazirah
Arab memang merupakan kediaman mayoritas bangsa Arab kala itu. Jazirah Arab
terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu bagian tengah dan bagian pesisir. Di
sana tidak ada sungai yang mengalir tetap, yang ada hanya lembah-lembah berair
di musim hujan. Sebagian besar daerah Jazirah adalah padang pasir Sahara yang
terletak di tengah dan memiliki keadaan dan sifat yang berbeda-beda, karena itu
ia bisa dibagi menjadi tiga bagian:
1. Sahara Langit memanjang 140 mil dari utara ke
selatan dan 180 mil dari timur ke barat, disebut juga Sahara Nufud. Oase dan
mata air sangat jarang, tiupan angin seringkali menimbulkan kabut debu yang
mengakibatkan daerah ini sukar ditempuh.
2. Sahara Selatan yang membentang menyambung
Sahara Langit ke arah timur sampai selatan Persia. Hampir seluruhnya merupakan
dataran keras, tandus dan pasir bergelombang. Daerah ini juga disebut dengan al-Rub'al-khali
(Bagian yang sepi).
3. Sahara Harrat, suatu daerah yang terdiri dart
tanah liat yang berbatu hitam bagaikan terbakar. Gugusan batu-batu hitam itu
rnenyebar di keluasan Sahara ini seluruhnya mencapai 29 buah.
Bila
dilihat dari asal usul keturunan, penduduk Jazirah Arab dapat dibagi menjadi
dua golongan besar yaitu Qahthaniyun (keturunan Qahthan) dan 'Adnaniyun
(keturunan Ismail ibn Ibrahim). Pada mulanya wilayah utara diduduki golongan
`Adnaniyun, dan wilayah selatan didiami golongan Qahthaniyun. Akan tetapi,
lama kelamaan kedua golongan itu membaur karena perpindahan-perpindahandart
utara ke selatan atau sebaliknya.
Bangsa
Arab dulu merupakan penyembah berhala, memiliki banyak tempat suci dan upacara
keagamaan. Mereka menyerahkan korban kepada Tuhan-tuhan mereka yang berujut
patung dari batu kasar, dan mereka berarak berkeliling mengitari tempat
peribadatan mereka.
Agama
Kristen yang dipeluk oieh bangsa Syria dan Abyssenia yang bangsa Arab
berhubungan dengan mereka, tidak menarik pengikut bangsa Arab dalam jumlah
besar. Paham Kristen yang dangkal muncul di bagian dalam dan selatan Arab, dan
dianut oleh suku Taghlib, Ghassan, dan Quda'a di utara dan juga di Yaman. Hal
ini disebabkan dan menjadi kenyataan bahwa kaisar Roma tidak memberikan perhatian
terhadap penyebaran kepercayaan ini di Arab.
Agama
Yahudi juga ada di Arab, tetapi orang-orang Yahudi pengetahuan k.eagamaannya
sangat sedikit. Mereka ini menetap di tempat yang berpencar-pencar. Khususnya
di Yaman, di Wadilqura, di Khaibar, Fadak. dan Tayrna di sepanjang pantai timur
laut Merah dan di Yathrib.
Sebagian
besar penduduk Arab adalah penyembah berhala. Sebanyak 360 patung disembah,
diantaranya adalah; Latta di Ta'if, Urra' di lembah Nakhla di sepanjang jalan
Mekkah dan Irak, Manat di jalur Quadayad di pantai laut Merah antara Mekkah dan
Madinah. Ini yang disembah oleh suku Aus dan Khazraj. Diantara patung berhala
itu terdapat juga Suwa, yang disembah oleh orang Yanbu, Wadd (yaitu bulan)
disembah oleh suku Kalb, Yaghuth disembah oleh suku Msdhij. Ya'uq disembah oleh
orang-orang khiwan, satu daerah yang jarak tempuhnya dua malam perjalanan dari
San'a, di Yaman dan Himyar disembah oleh suku Nasr.
Ka'bah
atau rumah suci di Mekkah merupakan sebuah bangunan kuno berbentuk persegi yang
dikelilingi oleh bangunan tanpa alap yang berisikan 360 patung berhala. Ini
merupakan pusat penyembahan bangsa dan sebagai tempat berziarah. Suku Quraisy
yang merupakan suku asal Muhammad memiliki kehormatan untuk menjadi penjaga
Ka'bah. Dan melaksanakan kewenangan keagamaan paling tinggi dibandingkan
dengan suku-suku yang lain.
Kepercayaan
lain yang ada ialah: penyembahan terhadap bintang dan langit yang dijalankan
oleh penduduk Saba'. Mereka ini tersebar di Yaman, Harran, dan Mesopotamia
bagian atas. Kepercayaan Zoroaster, yaitu pemeluk-pemeluknya sama menyembah
api banyak tersebar di Persia, dan Arab bagian timur, dan khususnya di Bahrein,
dan di teluk Arab. Kepercayaan ini mengajarkan adanya dua kekuatan, baik dan
buruk. Tuhan kebaikan disimbolkan dengan sinar terang, tuhan kejahatan
disimbolkan dengan kegelapan.
Di
Arab juga ada orang-orang tertentu yang sadar dengan keadaan semacam ini.
Mereka menganut dan menyebarkan ajaran monotheisme dan yakin bahwa agama baru
pasti datang di Arab bagian utara. Kehancuran dinasti di daerah selatan dan
akibat pergolakan yang terjadi memberi pertanda munculnya agama barn dari
utara, yang dipersiapkan untuk mengisi kekuasaan yang kosong di daerah selatan.
Daerah suku Himyar sudah dikuasai oleh orang-orang Abyssenia dan perdagangannya
beralih ketangan orang Roma. Sementara itu penduduk Arab di daerah utara
khususnya mereka yang berada di Hijaz mempertahankan kekuatan mereka sehingga
merekalah yang mewarisi kepemimpinan untuk seluruh jazirah Arab. Mereka itulah
yang disebut Penitents atau Hanifities yang mengakui keesaan Tuhan. Kata Hanif
disebutkan juga di dalam Al-Qur-an: Surah Ali Imran Ayat 67
Artinya:
"Ibrahim hukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, akan
tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi menyerahkan diri (kepada Allah) dan
sekali-kali bukanlah dia seorang yang musyrik".
B. RIWAYAT
HIDUP MUHAMMAD SAW : PERJUANGAN DAN DAKWAHNYA.
1. Sebelum kerasulan dan dakwah di Makkah
Ketika
Nabi Muhammad SAW lahir (570 M), Mekah adalah sebuah kota yang sangat penting
dan terkenal di antara kota-kota di negeri Arab, baik karena tradisinya maupun
karena letaknya. Kota ini dilalui jalur perdagangan yang ramai menghubungkan
Yaman di selatan dan Syria di utara. Dengan adanya Ka'bah di tengah kota, Mekah
menjadi pusat keagamaan Arab. Ka'bah adalah tempat mereka berziarah. Di
dalamnya terdapat 360 berhala, mengelilingi berhala utama, Hubal.
Kedalam
masyarakat yang penuh dengan kegelapan penyemnanan berhala ini Muhammad diutus
dengan mini kenabian, yang mengajarkan bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah
yang mengetahui segala tingkah laku manusia dan membalas atau menghukum sesuai
dengan pcrbuatannya di akhirat nanti.
Muhammad
dilahirkan tanggal 20 Ap 571 M, Ayahnya sudah meninggal sebelum ia lahir dan
tidak seberapa lama setelah kelahirannya lbunya, Aminah meninggal. Abdul
Muthalib (kakeknya) mengambil alih tanggung jawab merawat Muhammad. Namun, dua
tahun kemudian Abdul Muthalib meninggal dunia karena renta. Tanggung jawab
selanjutnya beralih kepada pamannya, Abu Thalib. Seperti juga Abdul Muthalib,
dia sangat disegani dan dihormati orang Quraisy dan penduduk Mekah secara
keseluruhan, walaupun dia miskin.
Dalam
usia muda Muhammad hidup sebagai penggembala kambing keluarganya dan kambing
penduduk Mekah. Melalui kegiatan pengembalaan ini dia menemukan tempat untuk
berpikir dan merenung. Dalam suasana demikian, dia ingin melihat sesuatu di
balik semuanya. Pemikiran dan perenungan ini membuatnya jauh dari segala
pemikiran nafsu duniawi, sehingga ia terhindar dari berbagai macam noda yang
dapat merusak namanya, karena itu sejak muda is sudah dijuluki al-amin,
orang yang terpercaya.
Pada
usia yang keduapuluhlima, Muhammad berangkat ke Syria membawa barang dagangan
saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda, Khadijah. Dalam perdagangan
ini, Muhammad memperoleh laba yang besar. Khadijah kemudian melamamya. Lamaran
itu diterima dan perkawinan segera dilaksanakan. Ketika itu Muhammad berusia
25 tahun dan khadijah 40 tahun. Dalam perkembangan selanjutnya, Khadijah adalah
wanita pertama yang masuk Islam dan banyak membantu Nabi dalam perjuangan
menyebarkan Islam. Perkawinan bahagia dan saling mencintai itu dikaruniai enam
orang anak; dua putera dan empat puteri: Qasitn, Abdullah, Zainab, Ruqayah,
Ummu Kulsum, dan Fatimah. Kedua puteranya meninggal waktu kecil. Nabi Muhammad
tidak kawin lagi sampai Khadijah meninggal ketika Muhammad berusia 50 tahun
2. Masa Kerasulan
Menjelang
usianya yang keempat puluh, dia sudah terlalu biasa memisahkan diri dari
kegalauan masyarakat, berkontemp1asi ke gua Hira, beberapa kilometer di utara
Mekah. Di sana Muhammad mula-mula berjam-jam kemudian berhari-hari bertafakkur.
Pada tanggal 17 Ramadhan tahun 611 M, Malaikat Jibril muncul di hadapannya,
menyampaikan wahyu Allah yang pertama: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
telah mencipta. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
Tuhanmu itu Maha Mulia. Dia telah mengajar dengan Qalam. Dia telah
mengajar manusia apa yang tidak mereka ketahui" (QS 96: 15). Dengan
turunnya wahyu pertama itu, berarti Muhammad telah dipilih Tuhan sebagai Nabi.
Dalam wahyu pertama ini, dia belum diperintahkan untuk rnenyeru manusia kepada
suatu agama.
Dengan
turunnya perintah itu, mulailah Rasulullah berdakwah. Pertama-tama, beliau
melakukannya secara diam-diam di lingkungan sendiri dan di kalangan
rekan-rekannya. Karena itulah, orang yang pertama kali menerima dakwahnya
adalah keluarga dan sahabat dekatnya. Mula-mula istrinya sendiri, Khadijah.
Setelah
beberapa lama dakwah tersebut dilaksanakan secara individual turunlah perintah
agar Nabi menjalankan dakwah secara terbuka. Setelah dakwah terang-terangan
itu, pemimpin Quraisy mulai berusaha menghalangi dakwah Rasul. Semakin
bertambahnya jumlah pengikut Nabi semakin keras tantangan dilancarkan kaum
Quraisy. Menurut Ahmad Syalabi, ada lima faktor yang mendorong orang Quraisy
menentang seruan Islam itu. (1) Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian
dan kekuasaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada seruan Muhammad berarti
tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib. Yang terakhir ini sangat tidak
mereka inginkan. (2) Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan
dan hamba sahaya. Hal ini tidak disetujui oleh kelas bangsawan Quraisy. (3)
Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali
dan pembalasan di akhirat. (4) Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang
berurat berakar pada bangsa Arab. (5) Pemahat dan penjual patung memandang
Islam sebagai penghalang rezeki.
Menguatnya
posisi umat Islam memperkeras reaksi kaum musyrik Quraisy. Mereka menempuh cara
baru dengan melumpuhkan kekuatan Muhammad termasuk pemboikotan yang
berlangsung sampai 3 tahun. Setelah pemboikotan berakhir, Rasulullah justru
ditinggal oleh paman dan istrinya yang selama ini mendukung dan melindungi.
Kondisi ini benar-benar membuat Rasul terpuruk dalam kesedihan dan duka
mendalam.
Untuk
menghibur Nabi yang sedang ditimpa duka, Allah mengisra' dan memikrajkan beliau
pada tahun ke-10 kenabian itu. Berita tentang Isra' dan Mikraj ini menggemparkan
masyarakat Mekah. Bagi orang kafir, isu dijadikan bahan propaganda untuk
mendustakan Nabi. Sedangkan bagi orang yang beriman, ini merupakan ujian
keimanan.
Setelah
peristiwa Isra' dan Mikraj, suatu perkembangan besar bagi kemajuan dakwah Islam
muncul. Perkembangan datang dari sejumlah penduduk Yatsrib yang berhaji ke
Mekah. Mereka, yang terdiri dan suku 'Aus dan Khazraj, masuk Islam.
Pada
tahun ke dua belas kenabian, para delegasi dari Yastrib menyatakan ikrar
kesetiaan. Rombongan ini kemudian kembaali ke Yastrib sebagai juru dakwah
dengan ditemani oleh Musa'ab bin Umair yang sengaja diutus Nabi atas permintaan
mereka. lkrar ini disebut dengan perjanjian "Aqabah Pertama". Pada
musim haji berikutnya, jamaah haji yang datang dari Yattrib berjumlah 73 orang.
Atas nama penduduk Yatsrib, mereka meminta pada Nabi agar berkenan pindah ke
Yatsrib. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman. Nabi pun
menyetujui usul yang mereka ajukan. Perjanjian ini disebut perjanjian “Agabah
kedua”.
Setelah
kaum musyrikin Quraisy mengetahui adanya perjanjaan antara Nabi dan
orang-orang Yatsrib itu, rnereka kian gila melancarkan intimidasi terhadap kaum
muslimin. Hal ini membu'aat Nabi segera Memerintahkan para sahabatnya untuk
hijrah ke Yatsrib. Dalam waktu dua bulan, hampir semua kaum muslimin, kurang
lebih 150 orang, telah meninggalkan kota Mekah. Hanya Ali dan Abu Bakar yang
tetap tinggal di Mekah bersama Nabi. Keduanya membela dan menemani Nabi sampai
ia pun berhijrah ke yastrib.
Dalam
perjalanan ke Yatsrib Nabi ditemani oleh Abu Bakar. Ketika tiba di Quba, sebuah
desa yang jaraknya sekitar lima kilometer dari Yatsrib, Nabi istirahat beberapa
hari lamanya. Dia menginap di rumah Kalsum bin Hindun. Di halaman rumah ini
Nabi membangun sebuah mesjid. Inilah mesjid pertama yang dibangun Nabi, sebagai
pusat peribadatan.
Sementara
itu, penduduk Yatsrib menunggu-nunggu kedatangannya. Waktu yang mereka tunggu-tunggu
itu tiba. Nabi memasuki Yatsrib dan penduduk kota mengelu-elukan kedatangan
beliau dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, sebagai penghormatan terhadap Nabi,
nama kota Yatsrib diubah menjadi Madinatun Nabi (kota Nabi) atau sering pula
disebut Madinatul Munawwarah (kota yang bercahaya), karena dari sanalah sinar
Islam rnemancar ke seluruh dunia. Dalam istilah sehari-hari kota ini cukup
disebut Madinah saja.
3. Perkembangan Islam di Madinah
Setelah
tiba dan diterima penduduk Yatsrib (Madinah), Nabi resmi menjadi pemimpin
penduduk kota itu. Babak baru dalam sejarah Islam pun dimulai. Berbeda dengan
periode Mekah, pada periode Madinah, Islam merupakan kekuatan politik. Ajaran
Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi
Muhammad mempunyai kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga
sebagai kepala negara. Dengan kata lain, dalam diri nabi terkumpul dua
kekuasaan, kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi. Kedudukannya sebagai
rasul secara otomatis merupakan kepala negara.
Dalam
rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu, ia segera meletakkan
dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar pertama, pembangunan mesjid, selain
untuk tempat salat, juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum
muslimin dan mempertalikan jiwa mereka, di samping sebagai tempat bermusyawarah
merundingkan masalah-masalah yang dihadapi. Mesjid pada masa Nabi bahkan, juga
berfungsi sebagai pusat pemerintahan.
Dasar
kedua, adalah ukhuwwah islamiyyah, persaudaraan sesama muslim. Nabi
rnempersaudarakan antara golongan Muhajirin, orang-orang yang hijrah
dari Mekah ke Madinah, dan Anshar, penduduk Madinah yang sudah masuk
Islam dan ikut membantu kaum muhajirin tersebut. Dengan demikian diharapkan,
setiap muslim merasa terikat dalam suatu persaudaraan dan
kekeluargaan. Apa yang dilakukan Rasulullah ini berarti menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru, yaitu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan darah.
kekeluargaan. Apa yang dilakukan Rasulullah ini berarti menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru, yaitu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan darah.
Dasar
ketiga, hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragarna
Islam. Di Madinah, di samping orang orang Arab Islam, juga terdapat golongan
masyarakat Yahudi dan orang-orang Arab yang masih menganut agama nenek moyang
mereka. Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan, Nabi Muhammad mengadakan
ikatan perjaniian dengan mereka dalarn bidang sosial, dia juga meletakkan dasar
persamaan antar sesama manusia. Perjanjian ini, dalam pandangan ketatanegaraan
sekarang, sering disebut dengan Konstitusi Madinah.
Perjanjian
lain yang tercatat dalam perkembangan Islam adalah Perjanjian “Hudaibiyah”.
Perjanjian ini terjadi pada tahun 6 H, ketika ibadah haji sudah disyariatkan,
Nabi memimpin sekitar seribu kaum muslimin berangkat ke Mekah, bukan untuk
berperang, melainkan untuk melakukan ibadah Umrah. Karena itu, mereka
mengenakan pakaian ihram tanpa membawa senjata. Sebelum tiba di Mekah, mereka
berkemah di Hudaibiyah.
Genjatan
senjata telah memberi kesempatan kepada Nabi untuk menoleh berbagai negeri lain
sambil memikirkan bagaimana cara mengislamkan mereka. Salah satu cara yang
ditempuh Nabi adalah mengirim utusan dan surat kepada kepala-kepala negara dan
pemerintahan. Di antara raja-raja yang dikirimi surat ialah raja Ghassan,
Masir, Abesinia, Persia, dan Romawi. Namun, tak seorang pun yang masuk Islam.
Ada yang menolak dengan baik dan sinipati, tetapi ada juga yang menolak dengan
kasar, seperti yang diperlihatkan oleh raja Ghassan.
Selama
dua tahun perjanjian Hudaibiyah berlangsung, dakwah Islam sudah menjangkau
seluruh Jazirah Arab dan mendapat tanggapan yang positif. Hampir seluruh
Jazirah Arab, termasuk suku-suku yang paling selatan menggabungkan diri dalam
Islam. Hal ini membuat orang-orang Mekah merasa terpojok. Perjanjian Hudaibiyah
ternyata menjadi senjata bagi umat Islam untuk memperkuat dirinya. Oleh karena
itu, secara sepihak orang-orang kafir Quraisy membatalkan perjanjian tersebut.
Melihat kenyataan ini Rasulullah segera bertolak ke Mekah dengan sepuluh ribu
orang tentara untuk melawan mereka. Nabi Muhammad tidak mengalami kesukaran
apa-apa dan memasuki kota Mekah tanpa perlawanan. Beliau tampil sebagai
pemenang. Patung-patung berhala di seluruh negeri dihancurkan. Setelah itu,
Nabi berkhotbah menjanjikan ampunan Tuhan terhadap kafir Quraisy. Sesudah
khotbah disampaikan, mereka datang berbondong-bondong rnemeluk agama Islam.
Sejak itu, Mekah berada bawah kekuasaan Nabi.
Pada
tahun 9 dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari berbagai pelosok Arab mengutus
delegasinya kepada Nabi Muhammad menyatakan ketundukan mereka. Masuknya orang
Mekah ke dalam agama Islam rupanya mempunyai pengaruh yang arnat besar pada
penduduk padang pasir yang liar itu. Tahun ini disebut dengan tahun perutusan.
Persatuan bangsa Arab telah terwujud; peperangan antar suku yang berlangsung
sebelumnya telah beruebah menjadi persaudaraan seagama.
Tahun
10 H Muhammad menunaikan ibadah haji ke Mekkah dengan orang-orang Islam yang jumlahnya
melebihi 100.000 orang. Di gunung Arafat beliau menyampaikan pidatonya yang
dijadikan konstitusi Islam. Muhammad menekankan persamaan sesama Mus lim dan
juga menyampaikan ayat Al-Qur-an:
“Pada
hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada kamu
nikmat-Ku dan telah Ku-rndhoi Islam itu menjadi agamamu”.
Isi
khotbah ini merupakan prinsip-prinsip yang mendasari gerakan Islam.
Selanjutnya, prinsip-prinsip itu bila disimpulkan adalah kemanusiaan,
persamaan, keadilan sosial, Keadilan ekonorni, kebajikan dan solidaritas.
Duabulan
setelah itu, Nabi menderita sakit demam. Tenaganya dengan cepat berkurang. Pada
hari senin, tanggal 12 Rabi'ul Awal 11 H 18 Juni 632 M., Nabi Muhammad SAW
wafat di rumah istrinya Aisyah.
Dari
perjalanan sejarah Nabi ini, dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW, di
samping sebagai pemimpin agama, juga seorang negarawan, pemimpin politik dan
administrasi yang cakap. Hanya dalam waktu sebelas tahun menjadi pemimpin
politik, beliau berhasil rnenundukkan seluruh jazirah Arab kedalam kekuasannya
Komentar
Posting Komentar